UCAPAN SELAMAT

Segenap Presbiter GPIB Jemaat Bethania Makassar mengucapkan selamat atas pernikahan Sdri. Imelda Rosalyn Cornelia Pattinasarany (WSP3) dengan Sdr. Marlon Sumampouw (WJ GBI GLOW Fellowship Centre Network) pada hari Sabtu, 2 Oktober 2010, di GBI GLOW Fellowship Centre Network. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

UCAPAN BELASUNGKAWA

Telah meninggal dunia dengan tenang:

a. Ny. Lorrina Maria Latuihamallo - Porwayla (89), WSP3, pada hari Senin, 27 September 2010 pkl. 23.00. Jenazah dikebumikan di TPU Panaikang hari Rabu, 29 September 2010 setelah dilepas dari rumah duka Jl. Sungai Digul № 3, Makassar.

b. Bp. Joppie Robby Wolah (51), mantan Presbiter GPIB Jemaat Bethania Makassar periode 1988/1992, 1997/2002, PHMJ periode 1997/2000 - dan terakhir sebagai Presbiter GPIB Bukit Zaitun Makassar - pada hari Kamis, 30 September 2010. Ibadah Pelepasan diadakan di GPIB Jemaat Bukit Zaitun Makassar hari Sabtu, 2 Oktober 2010. Rumah duka beralamat di Jl. Ketilang.

Majelis Jemaat turut berbelasungkawa atas kehilangan ini, kiranya Tuhan Yesus Kristus Sang Empunya kehidupan senantiasa memberikan penghiburan sejati kepada keluarga yang ditinggalkan


SELAMAT MENGINGATRAYAKAN PENYERTAAN TUHAN DI DALAM PERJUANGAN GEREJA, MINGGU, 3 OKTOBER 2010

Kisah Para Rasul 6 : 1 - 4
Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu (ay.3)

KEGIATAN PEKAN INI - Minggu XIX Sesudah Pentakosta - 3 s/d 9 Oktober 2010

1. Dalam rangka mengikuti Persidangan Sinode XIX GPIB yang diadakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 11 s.d. 16 Oktober 2010, GPIB Jemaat Bethania Makassar mengirim tiga orang Presbiter sebagai utusan. Mandat diberikan kepada Pdt. Johanes Wadu, STh, Pnt. J.J.J.Poluan, dan Dkn. S.T.O.Mustamu, yang akan berangkat dari Makassar tanggal 9 Oktober 2010. Selagi Ketua Majelis Jemaat tidak di tempat, pengaturan pelayan akan dilaksanakan oleh PHMJ.

2. Komisi Daya dan Dana, bekerja sama dengan ke-5 BPK dan Panitia Pembangunan GSG, mengadakan kegiatan pencarian dana melalui pengedaran Kupon Berhadiah. Hasilnya akan dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan program jemaat, serta pembangunan gedung serba guna. Kupon dapat diperoleh melalui anggota Komisi Daya dan Dana, Pengurus Ke-5 BPK, Panitia Pembangunan, Koordinator Sekpel, dan Kantor Sekretariat GPIB Jemaat Bethania Makassar.
Hadiah utama berupa sebuah sepeda motor Honda Scoopy, serta Induction Cooker, Laptop, Energy Water System, TV, Blackberry, HP, dan hadiah-hadiah menarik lainnya akan diundi pada hari Minggu, 28 November 2010.

3. Panitia Wisata Layan BPK PW akan melakukan pencarian dana untuk rencana Wisata Layan ke Bogor pada bulan Juni 2011, berupa penjualan makanan, minuman dan kue-kue di ha¬laman Gedung Gereja, setiap selesai IHM. Mohon partisipasi Bapak/Ibu/Sdr(i).

4. Doa Malam untuk rencana Wisata Layan ke Bogor – Juni 2011, diadakan setiap hari Senin pkl. 19.00 di RG Bethania - 2 minggu sekali, sejak tgl. 23/08/10. Harap partisipasi dari semua Ibu2 anggota PW pada hari Senin, 4 Oktober 2010.

-----------------o0o-----------------

Rumah Gereja Bethania

Rumah Gereja Bethania
Foto oleh BN - tahun 2009

Sabtu, 07 Agustus 2010

HASIL ANGKET JEMAAT

Pada Sidang Majelis Jemaat hari Sabtu dan Minggu, 31/7-1/8/10, berdasarkan angket yang dikumpulkan sampai dengan bulan Mei 2010, diputuskan hal-hal sebagai berikut:

a. Ibadah pertama setiap hari Minggu tetap dilaksanakan pkl. 07.00 pagi

b. Ibadah Natal tanggal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari pkl. 07.00 tetap diadakan, namun secara teknis dapat diatur oleh PHMJ

c. Ibadah Minggu Malam pkl. 19.00 tetap dilaksanakan dan untuk pemain band diserahkan sepenuhnya kepada Komuger untuk mengaturnya dengan Gerakan Pemuda

d. Ibadah KRT/KPA/KPD/KKK tetap dilaksanakan setiap hari Rabu pkl. 18.00

e. Kebaktian Persekutuan Doa (KPD) tetap dilaksanakan pada hari Rabu minggu ke-4

f. Kebaktian Kelompok Kecil (KKK) tetap diadakan di sektor-sektor, dimana secara teknisnya diatur oleh masing-masing Koordinator Sektor

g. Kebaktian Penelaahan Alkitab (KPA) tetap dilaksanakan di sektor-sektor dengan rincian sebagai berikut:

- Rabu minggu kedua dilaksanakan untuk Sektor 1, 3, dan 5

- Rabu minggu ketiga dilaksanakan untuk Sektor 2, 4, dan 6

Yang memimpin PA adalah para pendeta

h. ibadah Doa Pagi yang dilaksanakan setiap hari Sabtu pkl.05.00 tetap akan dilaksanakan, dan adalah tanggung jawab Majelis jemaat.

Ibadah dilaksanakan pada hari Sabtu, setiap awal bulan

Untuk setiap Ibadah Doa Pagi, akan ditugaskan seorang Penatua dan seorang Diaken sebagai Penanggung Jawab

Jadwal tugas Presbiter akan dibuatkan dan disosialisasikan oleh PHMJ

i. Setuju untuk pelaksanaan Perjamuan Kudus memakai seloki

j. ibadah Perjamuan Kudus khususnya untuk Jumat Agung:

- Memakai “Meja Salib”

- Jemaat menggunakan seloki

- Anggota Sidi baru memakai cawan

Ibadah Perjamuan Kudus lainnya tetap memakai seloki dan Jemaat tetap di tempat duduk masing-masing

Jumat, 06 Agustus 2010

WARTA PANITIA PEMBANGUNAN

Salam Sejahtera,

Puji syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus atas anugerah dan berkat yang kita terima di Jemaat GPIB Bethania Makassar.
Selaku Panitia Pembangunan Gedung Serba Guna GPIB Bethania Makassar, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Warga Jemaat GPIB Bethania Makassar, Donatur, Majelis Jemaat dan Pelaksana Harian Majelis Jemaat GPIB Bethania Makassar yang telah membantu kami, baik moril maupun material dalam pelaksanaan pembangunan Gedung Serba Guna selama satu tahun ini.
Dan pada kesempatan ini kami mohon maaf atas segala kekurangan, yang tidak berkenan kepada Bapak/Ibu sekalian, selama berlangsungnya pembangunan ini.
Dengan berakhirnya masa tugas kami sebagai Panitia Pembangunan Gedung Serba Guna GPIB Bethania Makassar, sesuai SK Majelis Sinode № 3616/VII-09/MS.XVIII/Kpts tanggal 1 Juli 2009, maka bersama ini kami laporkan hasil kerja Panitia Pembangunan yang telah dilakukan dan diselesaikan sebagai berikut:

1. Kontrak Perjanjian Kerja Tahap I No.008/PPSG/XII/09 tanggal 11 Desember 2009, sebesar Rp. 195.000.000,- meliputi:
a. Pekerjaan pendahuluan
b. Pekerjaan tanah dan pasir
c. Pekerjaan beton konstruksi lantai 1 & 2

2. Kontrak Perjanjian Kerja Tahap II No.002/PPSG/III/10 tanggal 12 Maret 2010, sebesar Rp.129.000.000,-- meliputi:
a. Pekerjaan pemasangan batu lantai 3
b. Pekerjaan beton konstruksi lantai 3
c. Pekerjaan kusen, pintu & jendela lantai 3
d. Pekerjaan atap

3. Kontrak Perjanjian Kerja Tahap III No.008/PPSG/XII/09 tanggal 02 Juni 2010, sebesar Rp.43.000.000,-- meliputi:
a. Pekerjaan pemasangan tembok lantai 1,2 & plesteran talang beton
b. Pekerjaan pemasangan kusen pintu/jendela lantai 1 & 2
c. Pekerjaan waterproofing talang beton
d. Pekerjaan kolom beton praktis, balok beton canopy, plat beton canopy lt. 1 & 2.

Secara singkat dapat kami laporkan mengenai kegiatan pendanaan yang baik penerimaan maupun pengeluaran yang digunakan untuk pembangunan tersebut adalah sebagai berikut:
Sumber dana terdiri dari:
- Kas Jemaat GPIB Bethania Rp. 100.000.000,00
- Sumbangan donatur Rp. 241.320.000,00
- Kotak Pembangunan Rp. 28.083.600,00
- Sampul persembahan Rp. 17.684.000,00
- Bunga bank Rp. 3.103.460,29
- Lain-lain Rp. 1.525.000,00
Total penerimaan sebesar Rp. 391.716.060,29

Pengeluaran terdiri dari:
- Pengurusan IMB Rp. 10.000.000,00
- Biaya pembangunan Rp. 367.000.000,00
- Biaya bunga dan administrasi Rp. 770.008,35
- Biaya lainnya Rp. 3.662.000,00
Total pengeluaran Rp. 381.432.008,35
Saldo per 07 Juli 2010 Rp. 10.284.051,94
Demikian penyampaian dari kami, sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Makassar, 7 Juli 2010
Panitia Pembangunan GSG

Anggiat Simamora Irwan Hamdani
Ketua Sekretaris


Rabu, 21 Juli 2010

PESAN HUT KE 29 BPK PERSEKUTUAN KAUM BAPAK GPIB 11 JULI 2010

Salam Sejahtera,

BPK PKB GPIB memasuki usia pelayanannya ke-29 pada tanggal 11 Juli 2010. Usia ini tentunya sudah harus memberikan gambaran jelas akan kedewasaan kiprah pelayanan PKB ditengah persekutuan jemaat dan partisipasinya dalam pergumulan masyarakat.

Ketika BPK ini dibentuk 29 tahun yang lalu, GPIB tentunya menyadari tentang satu hal terkait pengembangan partisipasi warga jemaat di masa depan. Bahwa ke depan gereja tidak dapat mewujudkan jawaban atas panggilan dan pengutusannya secara maksimal tanpa partisipasi aktif warga jemaat. GPIB melihat partisipasi warga jemaat tidak hanya dilakukan oleh sebagian saja warga jemaat namun utuh bagai sebuah keluarga. Dan untuk mengarah kepada hal tersebut maka dibentuk wadah pembinaan yang memberikan kesempatan kepada setiap warga jemaat mulai dari anak sampai dengan orang tua termasuk kaum bapak untuk dibina, dipersiapkan agar ia dapat mewujudkan suka cita dan sejahtera bagi seluruh kehidupan di mana ia ditempatkan.

Sebagai wadah pembinaan PKB telah berusaha secara maksimal lewat semua program kegiatan. Mulai dari program di tingkat sinodal sampai di tingkat jemaat untuk mempersiapkan para kaum bapak dalam menggumuli tantangan pelayanan dan kesaksian mereka di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat guna menjawab Visi & Misi GPIB.

Dalam 5 (lima) tahun terakhir ada begitu banyak kegiatan sinodal yang telah dilaksanakan sebagai realisasi atas maksud tersebut. Mulai dari kelas-kelas pembinaan, kegiatan olah raga dan seni, pelatihan, diskusi, seminar dan lain-lainnya.

Semua yang telah dilakukan sangat diharapkan telah dan akan membuat perubahan yang sangat menggembirakan, bila kita bicara tentang partisipasi aktif kaum bapak dalam persekutuan, kesaksian dan pelayanan gereja. Sehingga stigma tentang sebuah persekutuan yang kurang banyak akan berubah dan terus berubah menjadi persekutuan yang kreatif, yang menabur, yang berakar dan yang terus berbuah bagi sesama.

Kedepan tantangan eksistensi PKB dalam memenuhi panggilan dan pengutusannya akan lebih variatif dan kompleks. Itu artinya dituntut dari PKB agar berpikir secara bijak dan bertindak dengan kreatif. Tahun ini Dewan PKB akan mengakhiri 5 tahun masa bakti kami membantu Majelis Sinode XVIII dan diujung kesempatan ini kami persembahkan suatu pelatihan bagi kaum bapak secara sinodal yakni Pelatihan Kewirausahaan BPK PKB GPIB tahun 2010 dengan harapan kegiatan ini akan menstimulir dan melengkapi anggota PKB dalam menumbuh kembangkan semangat wirausaha.

Kita adalah imam keluarga, kita adalah motivator, inisiator dan motor kegiatan jemaat untuk menyaksikan kabar sukacita dan menjadi saluran berkat TUHAN bagi dunia, karena kita adalah Persekutuan Kaum Bapak Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. Dan untuk itulah kita ada !

Akhirnya pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam mengemban tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kami Dewan PKB periode 2005-2010 dan memohon maaf atas kekurangan yang masih ada. Semoga TUHAN yang akan melengkapi kekurangan yang ada dan menjadikannya sempurna.

Selamat merayakan hari ulang tahun ke-29, teruslah kreatif, teruslah menabur, berakar, bertumbuh dan memberi buah bagi sesama guna membangun masa depan bersama Roh Kudus.

Soli Deo Glory.

Dewan Persekutuan Kaum Bapak GPIB periode 2005-2010

Berth Rako,Joseph Jacobs,

Juwilzon Pattinasarany, Japy Salaki,

Boetje Balthazar, Dan Tehupuring

PESAN HUT KE-60 BPK GERAKAN PEMUDA GPIB 15 JULI 2010

Syalom,

Perjalanan panjang yang telah kita tempuh bersama sepanjang enam dasawarsa ini menimbulkan decak kagum betapa kuasa Tuhan sungguh tak terbendung. Kita telah merasakan pimpinan Tuhan dalam setiap langkah yang kita jejakkan. Kita telah mengalami rengkuhan kasih Tuhan dalam setiap karya yang kita nyatakan. Maka tak putusnya ungkapan syukur kita haturkan untuk semua itu.

Berkenaan dengan itu, sudah selayaknya momen ini kita warnai dengan suasana sukacita tanpa meninggalkan sikap peduli kita atas berbagai pergumulan yang acapkali dihadapi warga GP di seluruh jajaran pelayanannya. Selain itu, momen usia “intan” ini merupakan titik berangkat dalam memandang masa depan BPK GP GPIB saat memaknai panggilan dan pengutusannya. Adakah kemilaunya merupakan refleksi cahaya kasih Tuhan di tubuh BPK GP GPIB atau sekadar gemerlap yang menyilaukan namun tanpa makna? Untuk itu dituntut adanya karya nyata dalam setiap gerak kita sehingga kemilaunya dapat dinikmati orang lain, yang menimbulkan rasa aman, yang memunculkan seulas senyum, yang membuat nama Tuhan semakin dimuliakan.

Di dalam mengingatrayakan usia pemeliharaan Tuhan dalam kurun waktu 60 tahun ini kami pun hendak berbagi sukacita itu melalui sejumlah kegiatan berskala sinodal, di antaranya Bina Pengurus tahap II dalam rangka menjaga kesinambungan pembinaan pada tahap sebelumnya, yang akan memperlengkapi para pengurus dalam melaksanakan tugas dan pelayanannya di masing-masing jemaat. Bersamaan dengan itu kami juga ingin menyatakan kepedulian kami bersama masyarakat di sebuah perkampungan nelayan yang membutuhkan bantuan pengobatan. Pada puncaknya kami akan menggelar ibadah syukur yang menampilkan berbagai potensi seni para warga GP yang akan merefleksikan karya Tuhan melalui sebuah drama musikal. Ini semua tentunya kami laksanakan demi kebersamaan persekutuan kita, yang akan secara padu menaikkan rasa syukur kita kepada Kristus, Sang Pemuda Agung. Kami pun berharap di tingkat jemaat maupun Mupel, cahaya kasih Tuhan dapat pula kita bagikan kepada mereka yang membutuhkannya melalui rangkaian kegiatan HUT ke-60 BPK GP GPIB di seluruh jajaran pelayanannya.

Tahun ini pula tengah berlangsung persiapan Persidangan Sinode XIX yang akan digelar di Ibukota beberapa bulan menjelang, sehingga seluruh perhatian jemaat mengarah ke sana, mengingat di momen ini pun sedang dipersiapkan perelevansian Tata Gereja GPIB, yang diharapkan akan dapat mengawal gerak pelayanan GPIB di masa mendatang dengan bermacam tantangannya. Untuk itu, di tengah kebersamaan ini, kami pun mengajak kita semua memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan perhelatan lima tahunan itu.

Akhirnya, Dewan Gerakan Pemuda GPIB hendak menghaturkan terima kasih yang tak terhingga atas segala peran serta dan dukungan yang telah kami rasakan selama periode pelayanan kami sejak tahun 2005. Itu semua sangat membentuk kami, sangat memiliki arti tersendiri. Setelah sekian banyak jejak kami pijak, setelah berbagai hal kami alami, kami menyadari bahwa keindahan kebersamaan di tubuh BPK GP GPIB memiliki kekuatan tersendiri dalam menapaki panggilan dan pengutusan Tuhan ini. Tentu saja ladang pelayanan masih perlu terus digarap. Dengan mengandalkan kekuatan dari Tuhan, akan banyak yang bisa kita lakukan bagi teman-teman kita yang butuh perhatian kita. Mereka yang tersisih dari lingkungan sebagai ODHA, mereka yang belum lepas dari jerat NAPZA, mereka yang bergumul di tengah persaingan kerja dan usaha; mereka butuh cahaya kasih Tuhan yang mesti kita pancarkan dalam pelayanan kita.

Dirgahayu BPK GP GPIB! Tuhan memberkati gerak pelayanan kita!

Teriring salam dan doa,

medio Juli 2010,

Majelis Sinode GPIB,

Dewan Pemuda GPIB 2005-2010,

Leopold Worotikan – Valery Siwy - Raymond Soedira Gloria Utami - Eden Siahaan

Devy Jose - Milkha Seruya

Minggu, 23 Mei 2010

KOORDINATOR SEKTOR PELAYANAN 2010-2012

Koordinator Sektor Pelayanan (KSP) terpilih periode 2010-2012:

KSP 1 : Dkn. Ny. Nora Novita Runtunuwu - Walewangko
KSP 2 : Dkn. Ny. Rovina Naomi Ramlan - Abaulu
KSP 3 : Pnt. Gerrits Alfrits Joseph
KSP 4 : Dkn. Mozes Elwuar
KSP 5 : Pnt. Cornelius Uten Patintingan
KSP 6 : Dkn. Marthin Thomas Wabiser

Serah terima jabatan KSP akan dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Mei 2010 pada ibadah KRT masing-masing sektor.

Selamat Bertugas, Kristus Yesus Memberkati.

Sabtu, 15 Mei 2010

PANITIA WISATA LAYAN BPK PW

Sehubungan dengan pelaksanaan program kerja Majelis Jemaat tahun 2010/2011 bidang BPK PW tentang Wisata Layan ke Bogor, dipandang perlu untuk menerbitkan Surat Keputusan Majelis Jemaat tentang susunan Panitia dan penggalangan dana. Untuk itu berdasarkan SK Majelis Jemaat No. 436/B/MJ/05/10 tanggal 10 Mei 2010, susunan personel Panitia Wisata Layan BPK PW adalah sebagai berikut:

Penasihat : Pelaksana Harian Majelis Jemaat cq. Ketua III
Pengurus BPK PW GPIB Jemaat Bethania

Ketua : Drg. Ny.Naomi Siwabessy
Wakil Ketua : Ny. Rulina L. Rieuwpassa
Sekretaris : Ny. Lisa Latuihamallo
Bendahara : Ny. Selvi Mamarimbing

Seksi Dana : Ny. Bernadette Irana Gaspersz (Koord.)
Nn. Sara Josephine Pasanea
Ny. Jeanny E.M. Mailoa
Ny. Mery Margaretha Torsina Bangonan
Ny. Rosdiana Emma Bogar
Ny. Felicia Yudis A. Manuhutu
Ny. Agustien L. Tangkilisan
Nn. Saartje Helena Huwae

Seksi Acara : Pdt. Ny.Resti Arnawa, MTh (Koord.)
Pdt. Ny.Josephine Fransisca Tapilatu, STh
Ny. Marietje Jeanette Pattinasarany
Nn. Edyla Kondanilawo Sasiang
Ny. Ina Kardiana Aponno
Nn. Dorkas Helena Lokollo

Seksi Paduan Suara : Ny. Jacoba Magdalena Kuhuwael (Koord.)
Ny. Juliana Mauberg (Pelatih)
Ny. Honalis Kawile
Ny. Erlin Manuhutu

Seksi Konsumsi : Ny. Merry Helena Sigarlaki (Koord.)
Ny. Margaretha Montang
Ny. Neltje Constans Latumahina
Ny. Hertha Flora Wabiser
Ny. Hermina Poly Kasenda
Ny. Getreda Mosi

Seksi Transportasi : Ny. Kabaena Tanak (Koord.)
Ny. Tieneke Lesnussa
Ny. Rosa Louise Moka
Ny. Juliana J. Litualy

Seksi Kesehatan : Dr. B.Ch.P.Gaspersz (Koord.)
Dr. Ny. Sheny Hamdani
Drg. Hans Lesmana

Seksi Dokumentasi : Ny. Nora Novita Runtunuwu

SELAMAT BERTUGAS dan BERKARYA HANYA UNTUK KEMULIAAN-NYA, KRISTUS YESUS MENYERTAI.

Senin, 10 Mei 2010

Pesan Bulan Oikoumene 2010 - 60 Tahun PGI




PESAN BULAN OIKOUMENE 2010

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA

DI INDONESIA


"TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG..."
(Bnd. Mazmur 145: 9a)



Saudara-saudari warga gereja yang dikasihi Yesus Kristus!


  1. Proficiat! Tahun ini Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mencapai usia 60 tahun. Ini menandakan bahwa perahu gerakan oikumene di Indonesia ini telah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Pada saat wadah oikumene ini pertama kali diikrarkan tanggal 25 Mei 1950 dengan nama Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI), ia beranggotakan 29 sinode. Kini, enam dekade kemudian, PGI telah beranggotakan 88 sinode Gereja yang terdiri dari berbagai aliran. Ini menandakan bahwa Tuhan masih menyertai perjalanan gerakan oikumene gereja-gereja di Indonesia dan masih terus menyertai pekerjaan-Nya untuk mempersatukan gereja-Nya di dunia, karena itu patutlah kita merayakannya dengan sukacita.

Setelah 60 tahun berada dalam perahu gerakan oikumene di Indonesia, tentu banyak hal yang telah kita lalui bersama. Tidak dapat kita elakkan bahwa ada saatnya di mana hubungan kita mengalami ketegangan dan kecurigaan karena berbagai masalah yang kita jumpai. Bahkan ada juga selisih paham di antara kita, kemarahan dan keinginan untuk berpisah. Namun, karena kebaikan Tuhan jua lah akhirnya kita dapat menyelesaikan berbagai masalah tersebut dan terus bersama-sama bergandengan tangan kembali mengarungi samudera pelayanan dan kesaksian di tengah dunia yang terus-menerus berubah ini.

Inilah perwujudan janji kita bersama untuk mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa (GKYE) di Indonesia. Janji yang diikrarkan para pendiri PGI enampuluh tahun yang lalu dan yang kita warisi kini sebagai penerus mereka; walau tentu telah banyak hal yang berubah apabila dibandingkan dengan situasi dan keadaan pada tahun 1950 ketika PGI (pada saat itu DGI) pertama kali didirikan.

Pada saat itu “kemajemukan” ada di luar tubuh PGI, kini kemajemukan adalah bagian PGI itu sendiri. Inilah “kekayaan” PGI yang dianugerahkan Tuhan sebagai sebuah gerakan oikumene yang terus-menerus berupaya untuk bersatu. Sebagaimana doa Tuhan kita Yesus Kristus: “... supaya mereka semua menjadi satu, ... supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku...” (Yoh. 17:21).


  1. Di bawah sorotan tema Sidang Raya XV PGI: Tuhan itu baik kepada semua orang,” yang terambil dari Mazmur 145:9a, gereja-gereja di Indonesia ingin menegaskan betapa pentingnya kemajemukan. Inilah dasar Alkitabiah kita. Ayat ini adalah penggalan dari Mazmur 145 yang merupakan puji-pujian Daud atas kebaikan TUHAN. Daud mengagungkan Tuhan atas kebaikan yang telah dialami selama hidupnya. Penggalan ayat ini berada di dalam bagian kedua struktur keseluruhan kitab Mazmur ini yang mengajak untuk merayakan perbuatan-perbuatan Allah yang baik kepada alam semesta dan isinya. Tuhan itu Pengasih dan Penyayang, panjang sabar dan besar kasih setiaNya. Rahmani dan Rahimi. Hal ini memperlihatkan bahwa Allah diyakini oleh umat Israel bukan saja bagi mereka, melainkan juga bagi seluruh umat manusia, bahkan bagi seluruh alam-semesta. Israel bukanlah satu-satunya penerima “kasih-setia”, tetapi juga seluruh insan tanpa memandang suku, agama, ras, etnis, jender dan golongan. Penginjil Matius menggemakan kembali kasih-setia Allah yang universalistis ini dalam kalimat Tuhan menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat. 5:45). Maka menjadi kewajiban kita untuk merefleksikan kebaikan Allah ini kepada siapa saja melalui kesaksian dan pelayanan kita. Inilah wujud keesaan kita sebagai persekutuan gereja-gereja yang ada di Indonesia. Kita bersama mengakui bahwa kita dipanggil untuk bersaksi tentang kebaikan Tuhan kepada semua orang. Bahwa PGI ada hingga sekarang adalah bukti betapa kehadirannya masih dibutuhkan dan kesaksiannya masih dinantikan oleh semua orang. PGI bukanlah milik gereja-gereja anggota PGI saja, tetapi juga milik bangsa Indonesia.

  2. Tuhan itu baik kepada semua orang. Inilah juga kerinduan gereja-gereja di Indonesia untuk mewujudnyatakan kasih-setia Tuhan kepada semua orang, baik di Indonesia maupun di tempat-tempat lainnya. Ia juga lahir dari keprihatinan gereja-gereja di Indonesia terhadap kenyataan bahwa bangsa ini mulai melupakan jati-dirinya yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Kecenderungan ini ditandai dengan semakin tersekat-sekatnya bangsa ini menjadi kelompok-kelompok sektarian yang mengagungkan indentitasnya sendiri dan cenderung menolak keberadaan kelompok lain. Sementara, kemajemukan adalah warisan bangsa Indonesia yang tidak dapat ditiadakan.

Melalui pesan ini diharapkan gereja-gereja di Indonesia, dalam persekutuannya, dapat menyaksikan kebaikan Tuhan itu kepada setiap orang melalui perbuatan baik yang tidak membeda-bedakan antara kelompok yang satu dan kelompok yang lain. Dalam persekutuannya, gereja-gereja di Indonesia dipanggil untuk bersaksi lewat aksi kemanusiaan yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, menegakkan keadilan dengan benar dan membela hak-hak orang yang ditindas oleh karena ketidakadilan. Gereja-gereja di Indonesia, dalam persekutuannya, hendaknya terus-menerus memberitakan Injil kepada segala makhluk dalam kasih yang membangun kebersamaan tanpa bersikap diskriminatif.

Di tahun 2010 ini, yang sekaligus menandai berakhirnya program “Dekade Mengatasi Kekerasan,” gereja-gereja di Indonesia dipanggil untuk terus-menerus menyatakan kasih Allah yang mendamaikan semua orang dalam tindakan-tindakan nir-kekerasan.


Pada akhirnya, kami ingin mengajak gereja-gereja untuk:


Pertama, bersungguh-sungguh dan tanpa mengenal lelah memperkuat persekutuan dalam wadah PGI guna bersama-sama dengan semua orang percaya mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia.


Kedua, menjadi teladan dalam menyatakan kebaikan Tuhan kepada ciptaan-Nya yang meliputi sesama manusia, binatang-binatang, tumbuh-tumbuhan dan seluruh alam semesta. Agar kebaikan Tuhan itu terus-menerus terpancar sebagai bentuk kesaksian kita kepada orang lain demi kehidupan bersama yang penuh kedamaian. Menghadapi fenomena pemanasan global dan ancaman perubahan iklim dalam konteks Indonesia, kepada gereja-gereja dan seluruh warga jemaat, agar secara bersama melakukan berbagai kegiatan yang bersahabat dengan lingkungan; seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik serta pengurangan penggunaan enerji


Ketiga, bersama-sama seluruh komponen bangsa mewujudkan masyarakat majemuk Indonesia yang berkeadaban, inklusif, adil, damai dan demokratis demi tercapainya tujuan bangsa Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.


Demikianlah pesan dan harapan kami di Bulan Oikoumene 2010 ini. Kiranya Tuhan semakin memberkati segala upaya kita dalam mewujudkan keesaan gereja-Nya di Indonesia

Selamat merayakan Bulan Oikoumene.




Jakarta, Mei 2010

Atas nama MAJELIS PEKERJA HARIAN

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA



Pdt. Dr. A.A. Yewangoe Pdt. Gomar Gultom, MTh

Ketua Umum Sekretaris Umum


* Dimuat sesuai asli, atas kiriman Pdt.M.Raintung - PGIW DKI

download Pesan di http://www.4shared.com/document/Vs9xZi2i/PESAN_BO_2010-final_1-2.html



Sabtu, 08 Mei 2010

SK PENETAPAN PHMJ PERIODE 2010 - 2012

Berdasarkan Surat Keputusan Majelis Sinode GPIB № 4325/IV-10/MS.XVIII/Kpts, ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Mei 2010 mengakhiri tugas, tanggung jawab dan wewenang Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) 2007 - 2010 disertai ucapan terima kasih, serta menetapkan PHMJ masa bakti 2010 - 2012 dengan susunan personel sebagai berikut:

Ketua : Pdt. Johanes Wadu, STh
Ketua I : Pnt. Jimmy Jantje Joseph Poluan
Ketua II : Pnt. Hendrik Paulus Manuhutu
Ketua III : Pnt. Bernadus Christianus Pieter Gaspersz
Ketua IV : Pnt. Johny Mamarimbing

Sekretaris : Pnt. Johan Mathius Sahilatua
Sekretaris I : Dkn. Siphora Tuesday Octovenciosa Mustamu

Bendahara : Pnt. Hans Lesmana
Bendahara I : Pnt. Ny. Mathilda Amelia Rijkers-Pattinasarany

Masa tugas PHMJ yang baru adalah sejak serah terima yang akan dilaksanakan dalam Sidang Majelis Jemaat tanggal 22 Mei 2010.

Sabtu, 17 April 2010

PHMJ Masa Bakti 2010-2012

Telah terpilih dalam Sidang Majelis Jemaat pada Sabtu 17 April 2010 Pkl.19:00 s/d 22:40, PHMJ Masa Bakti 2010-2012 dengan susunan sbb:

Ketua Majelis Jemaat: Pendeta Yohanis Wadu, S.Th

Ketua I: Penatua Jimmy Jantje Joseph Poluan (SP 1)
Ketua II: Penatua Hendrik Paulus Manuhutu (SP 6)
Ketua III: Penatua Bernardus Christianus Pieter Gaspersz (SP 3)
Ketua IV: Penatua Johny Mamarimbing (SP 5)

Sekertaris: Penatua Johan Matheus Sahilatua (SP 2)
Sekertaris I: Diaken Sdri Siphora Tuesday Octovensiosa Mustamu (SP 3)

Bendahara: Penatua Hans Lesmana (SP 2)
Bendahara I: Penatua Ny.Mathilda Amelia Rijkers-Pattinasarany (SP 2)

Selamat Menjalankan Tugas, Kristus memberkati.

Sabtu, 03 April 2010

Pesan Paskah 2010

MEMBANGUN MASA DEPAN BERSAMA ROH KUDUS
(I Korintus 14:12)

Shaloom!

Segenap warga GPIB yang dikasihi dan mengasihi Tuhan;

“Yesus Bangkit!!!” Itulah berita Paskah perdana dalam iman kita.

Tanpa kebangkitan Yesus, bukan hanya iman kita sia-sia, sebagaimana yang dikatakan Rasul Paulus dalam I Korintus 15: 14. Tanpa kebangkitan Kristus, kalaupun orang Kristen merayakan Paskah, maka perayaan itu hanyalah mengingat kembali keluarnya orang Israel dari perbudakan Mesir. Paskah macam ini sama sekali tidak berhubungan langsung dengan eksistensi kita, baik sebagai pribadi, maupun sebagai persekutuan umat dalam hidup bernegara dan berbangsa kini dan di sini.

Peristiwa kebangkitan Yesus Kristus yang menjadi inti perayaan paskah kristiani, menghadirkan tanda tanya, akan tetapi sekaligus kepastian. Tanda tanya itu datang dan pihak mereka yang tidak mempercayakan diri kepada Yesus Kristus. Tanda tanya tentang satu-satunya peristiwa dalam sejarah, baik sejarah dunia maupun sejarah kerajaan Allah, di mana orang pergi ke alam maut, dan kembali lagi sebagaimana adanya. Orang lalu bertanya-tanya, siapa Yesus Kristus sehingga bisa pergi ke alam maut dan kembali lagi. Lain lagi kalau kita bicara tentang kepastian. Kepastian ini adalah kepastian iman.

Pertama, Yesus yang mati di hadapan begitu banyak orang, ternyata bangkit dan juga muncul bagi begitu banyak orang, sehingga tidak bisa disangkal dengan cara apapun, bahwa Yesus yang mati itu adalah Yesus yang sama, yang bangkit. Tidak bisa dibayangkan bahwa sebuah persekutuan sangat kecil pengikut Yesus yang dibenci dan diharamkan dalam masyarakat masa itu bisa merancang sebuah kebohongan yang menentukan peradaban sampai masa sekarang ini. Jadi Yesus yang mati itu adalah Yesus yang bangkit.

Kedua, Yesus Kristus ternyata sungguh-sungguh Allah yang menjelma menjadi manusia. Dia sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia dalam penjelmaannya. Mereka yang masih mempertanyakan kepastian ini sebetulnya mempertanyakan juga kepastian tentang kemahakuasaan Allah.

Ketiga, kebaikan, bagaimanapun juga ditindas, pasti akan mengalahkan kebatilan. Kasih pasti akan mengalahkan kebencian. Dengan kata lain, perilaku yang berbasiskan kasih tidak akan hilang seperti hujan yang jatuh ke pasir, tetapi pasti akan berakibat, seperti air yang menetes ke batu yang lama-lama menghancurkan batu. Jadi ada aspek pengharapan ke masa depan yang teramat sangat jelas yang dihadirkan oleh kenyataan paskah - kebangkitan Yesus Kristus - bagi kita.

Dalam pengharapan ke masa depan yang diberikan Paskah bagi kita inilah kita bicara tentang tema kita tahun ini: “Membangun Masa depan bersama Roh Kudus” artinya pembangunan dan masa depan itu sendiri tidak bisa dicapai hanya karena kemampuan akal budi belaka. Pembangunan masa depan itu hanya akan mungkin apabila manusia pembangunnya sendiri dikendalikan oleh Roh Kudus. Pengendalian oleh Roh Kudus akan memungkinkan kita menjadi peka terhadap seluruh masalah dan mempertanggungjawabkannya secara spiritual kepada Tuhan sendiri. Kita hidup di tengah masyarakat dan dunia dengan persoalan-persoalan yang bukan hanya mengancam eksistensi kita sebagai bangsa tetapi juga sebagai warga dunia. Kita bicara tentang ketulusan, kejujuran, etika, kepekaan terhadap penderitaan manusia, kepekaan terhadap bencana-bencana global. Ini semua hanya mungkin bisa diatasi apabila kita dituntun dari dalam oleh Roh Kudus sendiri. Maka dalam keyakinan bahwa Paskah membuka horison baru dalam berpengharapan kita percaya bahwa semua yang kita lakukan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan akan juga berakibat kebaikan bagi sesama manusia dan kelestarian alam lingkungan. Kiranya hal-hal ini menjadi perhatian ketika kita menyusun program pelayanan tahun ini khususnya dalam kawalan Pelaksana Harian Majelis Jemaat yang baru.

Kristus bangkit!!!
Selamat Paskah, Saudaraku.
Soli Deo Gloria.

MAJELIS SINODE GPIB

Kamis, 01 April 2010

Puisi di Malam Menjelang Perjamuan Kudus



Satu Orang Tidak

--anonim--

Tiga orang didakwa melakukan kesalahan terhadap kemanusiaan.
Dua orang memang bersalah,
...... Satu orang tidak.

Tiga orang dihadapkan ke pengadilan.
Dua orang pantas untuk diadili,
...... Satu orang tidak.


Tiga orang diberi hukuman membawa salib.
Dua orang layak untuk disalib,
...... Satu orang tidak.

Tiga orang diejek dan diludahi sepanjang perjalanan.
Dua orang mengutuk dan balas meludah,
...... Satu orang tidak.

Tiga orang dipaku di kayu salib.
Dua orang berputus asa,
...... Satu orang tidak.

Satu
Dua
Tiga orang mati di kayu salib.

Tiga hari kemudian, ....

Dua orang tetap dalam kubur mereka
Tapi......
Satu orang tidak !


Selamat Mengingat Rayakan Perjamuan Kudus, 2 April 2010 & Paskah Kebangkitan Kristus, 4 April 2010.

Majelis Jemaat GPIB Bethania Makassar
Pdt.John Wadu, S.Th - KMJ & Pnt.J.M.Sahilatua, S.Sos - Sekertaris PHMJ

Suasana Malam Sebelum Pe
rjamuan di RG.Bethania

Rabu, 31 Maret 2010

Gereja Barat dan Timur Rayakan Paskah Bersama


Christian Post - Gereja Barat dan Timur Rayakan Paskah Bersama


Selasa, 30 Maret 2010

Umat Kristiani barat dan timur akan merayakan Paskah pada hari yang sama di tahun ini. Peristiwa ini harus disambut baik oleh setiap orang-orang percaya dan semoga hal ini bisa terjadi di masa depan.

Demikian bunyi surat yang ditulis dan dikirimkan Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Gereja-gereja (National Council of Churches/NCC), Rev Dr Michael Kinnamon kepada lembaga gereja di seluruh dunia baru-baru ini.

Hampir setiap tahun, "komunitas Kristiani terbagi atas hari untuk mewartakan Kabar Baik ini," keluh Kinnamon. "Kita terpisah, didasarkan pada suatu sengketa yang berkaitan dengan kalender kuno. Ini adalah sebuah skandal yang pasti menyedihkan Tuhan kita."

Gereja-gereja Protestan dan Gereja Katolik Roma menggunakan kalender Gregorian, sementara Gereja-gereja Ortodoks Timur dan Ortodoks Oriental menggunakan kalender Julian untuk menentukan Paskah di kemudian hari. Sebenarnya perbedaan diantara keduanya bukanlah didasarkan atas pandangan teologis, konflik tanggal Paskah antara gereja-gereja barat dan timur terutama disebabkan oleh kalender dan tabel penghitungan bulan untuk bekerja, kata para pemimpin gereja.

Menurut Kinnamon, tanggal yang umum untuk Paskah telah diagendakan sejak surat ensiklik dari Patriarkat Ekumenis Konstantinopel tahun 1920.
Pada tahun 1997, para pemimpin gereja dari seluruh dunia datang bersama di konferensi Aleppo, yang diselenggarakan oleh Gereja Ortodoks Syria dari Antiokhia, dan mengambil langkah besar menuju pembentukan tanggal Paskah secara umum. Tanggal Paskah yang berbeda, kata mereka, merupakan suatu "tanda perpisahan yang menyakitkan."

Para peserta menawarkan tiga rekomendasi, salah satunya meminta semua orang Kristiani untuk "merayakan Paskah pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama musim semi."

Kinnamon telah meminta gereja-gereja untuk mempertimbangkan kembali mengadopsi proposal ini.

"Paskah, tentu saja, adalah inti iman kita sebagai pengikut Kristus," tulis Kinnamon dalam suratnya.
"Kebangkitan [Kristus] adalah ekspresi tertinggi dari rekonsiliasi dan persatuan dalam Kristus melalui Roh yang diberikan oleh Bapa. Ini adalah tanda persatuan dan rekonsiliasi yang dikehendaki Allah bagi seluruh ciptaan."

Paskah jatuh pada 4 April untuk semua tradisi Kristiani di tahun ini, Namun, tahun depan umat Kristiani barat dan timur akan terbagi lagi dalam merayakan kebangkitan Kristus ini.

"Semoga Tuhan memberikan rahmat-Nya dimana tahun 2012 kita dapat kembali mewartakan dengan satu suara bahwa 'Kristus telah bangkit!'" Kata Kinnamon.
NCC mewakili sekitar 45 juta orang Kristen dari berbagai aliran Protestan, Anglikan, Ortodoks, Injili, Sejarah Afrika Amerika dan Living Peace churches di seluruh Amerika Serikat.

Sumber: Christian Post http://www.christianpost.com/article/20100329/christians-worldwide-urged-to-agree-on-common-easter-date/index.html

Minggu, 28 Maret 2010

Anggota Baru Warga Sidi Jemaat


"
YA, DENGAN SEGENAP HATIKU"

Kalimat ini terdengar 18 kali dengan berbagai intonasi, tetapi tegas dan jelas, menjawab pertanyaan Pelayan Firman - menandai pengakuan Warga Sidi Jemaat yang baru diteguhkan di hadapan Tuhan dan jemaatNya, pada IHM 28 Maret 2010 Pkl.09:00 yang dipimpin KMJ Pdt.Johanis Wadu, S.Th.

Ke delapan belas anggota Baru Warga Sidi Jemaat GPIB Bethania Makassar itu adalah:

1. Bellinda Brigitta Sigarlaki (SP1)
2. Yuriske Vika Makahinda (SP1)
3. Celty Ingrid Riwin Ledanaung (SP2)
4. Keysha Febri Filemon (SP2)
5. Marsella Prisilia (SP2)
6. Olivia Vinolia Gabriella Hans (SP2)
7. Arnolus Isak Lakasoma (SP3)
8. Aryikang Alomalay (SP3)
9. Gusti Made Julia Dwijayanti Arnawa (SP3)
10. Gusti Putu Januar Richard Arnawa Tehupeiory (SP3)
11. Hendy Patty Aponno (SP3)
12. Jodhy Patty Aponno (SP3)
13. Reskyani Anggraeni (SP3)
14. Dewi Natalia Umboh (SP4)
15. Febrina Gloria Tanak (SP4)
16. Stevano Jonathan Julian Sarapajary (SP4)
17. Jhon Alber Ponteoa (SP6)
18. June Raisa Lengkong (SP6)

Di akhir Ibadah, Pokja Tim Bina Katekisasi mengumumkan 3 (tiga) peserta terbaik yang telah ditetapkan dengan kategori Kedisiplinan, Ketekunan dan Pengetahuan Alkitabiah, yaitu: Sdri.Marsella Prisilia, Sdr.Jhon Alber Ponteoa dan Sdri.June Raisa Lengkong.

Segenap Presbiter dan Warga Jemaat mengucapkan selamat kepada Warga Sidi Baru dan para orang-tua yang telah berhasil mengantar mereka kepada kedewasaan Iman Percaya di dalam Kristus.

Perjalanan Iman telah dimulai,...... berjalanlah bersamaNya senantiasa. Kristus memberkati.

Kedewasaan tidak datang seiring bertambahnya umur, ia datang seiring dengan kesediaan kita menerima tanggung jawab.

I Korintus 13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Kamis, 25 Maret 2010

Slide Show Rekonstruksi Penyaliban Kristus

Bagaimana Proses Pengadilan Kristus? Bagaimana bentuk dan salibNya?

Lalu paku yang bagaimana yang biasa dipakai pada penyaliban?

Banyak ahli mencoba merekonstruksi penyalibanNya ..... serta kematianNya ....

Silahkan download dan memaknai proses pengadilan dan penyaliban Kristus, sampai pada kematianNya .... dan selami, betapa besar penderitaanNya bagi kita.

Selamat memasuki masa mengingat Kematian kristus dan merayakan KebangkitanNya.

Klik Link ini & Download via 4share:

http://www.4shared.com/file/251300596/ac7a237f/Penyaliban_Yesus_Kristus.html


Surat dari GPIB Galilea Bekasi

Di bawah ini, kami muat Surat dari KMJ GPIB Galilea Bekasi yang diterima melalui Mailing List GPIB di GPIB Yahoogroups.

Sebagaimana kita ketahui, pergumulan di GPIB Galilea Bekasi telah sebulan kita gumuli dalam Pokok Doa Utama di Jemaat Bethania Makassar.

Surat ini diharapkan dapat membuat kita lebih tekun berdoa bersama, mendoakan pergumulan saudara-saudara kita di Jemaat Galilea Bekasi .....

Pergumulan mereka, adalah pergumulan kita juga.

From: gpib@yahoogroups.com [mailto:gpib@yahoogroups.com] On Behalf Of Martinus Tetelepta [martinus.......@gmail.com]
Sent: Kamis, 25 Maret 2010 10:07
To: gpib@yahoogroups.com
Subject: [ G P I B ] MOHON DUKUNGAN DOA


Kepada Yth.

Majelis Sinode GPIB ,semua Hamba dan Pelayan Tuhan, semua Presbiter GPIB bersama Warga GPIB di seluruh wilayah Pelayanan GPIB. Semua Hamba-hamba Tuhan dan saudara-saudara kami warga jemaat di berbagai tempat didalam dan diluar negeri.

Perkenankanlah kami dari GPIB Galilea Bekasi diminggu PRAPASKAH ini *mengucapkan* *Terima kasih banyak atas semua dukungan dalam berbagai bentuk, terutama DUKUNGAN DOA sehingga berbagai tantangan dan rintangan yang sudah dan sedang kami hadapi bahkan tantangan-tantangan lain yang kami akan hadapi nanti. *

Berkat Doa dan dukungan dari Saudara-saudara semua membuat kami tegar dan kuat serta membuat kami mampu untuk mencari solusi dalam pergumulan jemaat GPIB Galilea yang telah bergumul dan berjuang selama hampir 18 tahun ini.

Selanjutnya kami informasikan kepada saudara-saudara semua bahwa walaupun kami telah memenuhi syarat untuk pembangunan karena telah memiliki IMB tetapi kesulitan itu masih menjadi bagian kami.

Kami mohon bantuan DOA karena kami merencanakan merayakan Kematian Kristus Tuhan kita dan Kebangkitan-Nya di dalam bangunan Gedung Gereja yang sementara
dikerjakan/dibangun. Dukungan DOA dan DUKUNGAN DANA DALAM KEBERSAMAAN SEBAGAI KELUARGA BESAR UMAT TUHAN akan sangat bermanfaat dan sangat berarti bagi kami jemaat Galilea Bekasi yang bergumul ini. Kiranya Tuhan Yesus Kristus yang kita ingat rayakan Sengsara, Kematian dan Kebangkitan-Nya akan senantian memberikan kemampuan kepada kita semua untuk saling menopang satu dengan yang lain ditengah-tengah pengabdian kita bersama.

SELAMAT MENGHAYATI SENGSARA KRISTUS DAN SELAMAT MENYONGSONG HARI KEBANGKITANNYA.
Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.

dari Pelataran GPIB Galilea Bekasi

Pendeta M. Tetelepta

Rabu, 24 Maret 2010

Penentuan Tanggal Paskah

Kapan Paskah?
Jawaban mudahnya ... lihat Kalender .... :) hehehehe, .......
Tapi bagaimana ya sebenarnya menentukan tanggal Paskah itu? kok tidak sama ya tiap tahunnya?

Fakta: Paskah di Indonesia bervariasi di antara tanggal 22 Maret sampai 25 April setiap tahunnya.

Lalu, bagaimanakah kita bisa tahu kapan persisnya Paskah?

Jawaban ini sebenarnya bisa Anda amati dengan mata kepala sendiri. Coba perhatikan langit ketika kita mengikuti Paskah Subuh ... di Bethania Makassar biasanya berlangsung Pkl.04:00 ..... nah, kalau langit tidak mendung dan tertutup awan, perhatikan baik-baik, bahwa setiap kali Fajar Paskah dirayakan maka keadaan langit cukup terang benderang karena diterangi oleh bulan sehabis purnama.

Kenapa terang dan sehabis purnama? Justru disitulah kuncinya penentuan tanggal Paskah Kristen.

Penentuan Paskah sendiri adalah: Hari Minggu pertama setelah bulan purnama yang terjadi setelah "Vernal Equinox". Vernal berarti musim semi dan Equinox sendiri adalah suatu titik balik matahari di mana pada hari itu panjangnya siang dan malam adalah sama. Vernal equinox berarti titik balik musim semi dan tentulah yang dimaksud di sini adalah untuk dunia 4 musim di Utara. Hari vernal equinox ini jatuh tanggal 25 Maret tiap tahunnya di Roma, Italia.

Equinox yang sepadan di Indonesia jatuh pada 21 Maret, dan pada tanggal inilah saudara-saudara kita yang tinggal di Pontianak/Katulistiwa mendapatkan sensasi bayangan jatuh tegak lurus pada tengah harinya (sering diistilahkan “tidak ada bayangan yang nampak tengah hari”).

Untuk Tahun 2010, purnama dalam vernal equinox jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Maret dan hari minggu pertama sesudah purnama itu adalah tanggal 4 April .... itulah Paskah.... dan tentunya Jumat sebelum itu adalah Hari Jumat Agung Wafatnya Yesus Kristus.

Lalu bagaimana kalau purnama jatuh pada hari Minggu? Sesuai kesepakatan para tetua Kristen di masa awal kekristenan/Konsili Nicea, disepakatilah, bahwa kalau purnama jatuh di hari minggu, maka Paskah akan dirayakan pada hari minggu berikutnya,

Darimana asal muasal perhitungan itu?

Tahun 325, Kaisar Romawi Timur ketika itu, Konstantinus, menyelenggarakan Konsili Nicea. Konsili ini membahas banyak masalah tentang Kristiani. Salah satu hasilnya menyelesaikan masalah Paskah dengan menyatakan bahwa perayaan Paskah seharusnya diselenggarakan oleh umat Kristen pada hari Minggu pertama sesudah bulan purnama yang mengikuti vernal equinox dan jika bulan purnama terjadi pada hari Minggu yang berakibat tumpang tindih dengan Paskah Yahudi, maka Paskah dirayakan pada hari Minggu sesudahnya. Bentrokan Paskah Yahudi dan Kristen dengan demikian dihindari.

Reformasi penanggalan terjadi pada tahun 1582, di mana Paus Gregorius XIII memerintahkan pemotongan 10 hari pada tahun itu dan meniadakan tahun kabisat untuk tahun ratusan yang tidak habis dibagi 400. Kalender yang kita kenal sebagai kalender Gregorian ini (dan sampai sekarang masih dipakai) mengurangi kesulitan dalam penentuan tanggal Paskah. Pada akhirnya Paskah Kristen pun dirayakan bersamaan di semua tempat yang tunduk pada Takhta Suci Roma. Bagaimanapun, gereja-gereja Timur yang tidak tunduk pada Roma dan tidak mengakui kalender Gregorian menetapkan tanggal Paskahnya sendiri. Seringkali tidak sama, namun sering pula bersamaan.

Lalu mengapa Paskah Yahudi berbeda dengan Paskah Kristen?

Bulan pertama pada penanggalan Yahudi adalah bulan Nisan (Keluaran 12:1-2 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.)

Paskah Yahudi dirayakan selama 7 hari dimulai pada tanggal 15 Nisan setiap tahun Yahudi menurut hitungan kalender mereka (Keluaran 12:18-19 Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang. Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli.).

Bagi kita yang terbiasa melihat kalender berbasis bulan seperti halnya kalender Hijriyah yang dipakai saudara kita umat Islam, kita akan menyadari bahwa tanggal 15 adalah hari di mana bulan purnama benar-benar bulat penuh.
Ingat bahwa penanggalan Yahudi berubah hari pada pukul 18:00 dan bukan pukul 00:00 seperti penanggalan Gregorian yg kita kenal sekarang ini. Itulah kenapa pada hari ke-14 menjadi tanggal 15 di malam harinya.

Jadi Paskah Yahudi selalu diawali oleh bulan Purnama dan dirayakan 7 hari lamanya, dengan tradisi makan Roti Tidak Beragi, sayur pahit dan menyembelih domba paskah ..... mengingat-rayakan pada Saat Umat Israel di bawa keluar oleh Tuhan dari Mesir.

Jadi Paskah Kristen pada dasarnya selalu terjadi antara tanggal 22 Maret - 25 April setiap tahunnya pada penanggalan Gregorian yang kita sebut Tahun Masehi sekarang ini. Dan Paskah Yahudi sendiri dirayakan pada tanggal 15 Nisan dan Nisan adalah bulan pertama dari kalender lunisolar (kalender berdasarkan matahari dan bulan) Yahudi. Bulan pertama ini selalu jatuh pada musim semi.

Selamat menyiapkan PASKAH 2010.


ITT
Disari dari berbagai sumber.

Peta Wilayah Pelayanan

PETA WILAYAH PELAYANAN
GPIB BETHANIA MAKASSAR



















Download Peta di: http://www.4shared.com/file/257512710/aca4ef30/Peta_Wilayah_Pelayanan_GPIB_Be.html



Lokasi




Selasa, 23 Maret 2010

Angket Pendapat Jemaat

DALAM RANGKA PENINGKATAN PELAYANAN KEPADA JEMAAT
MAJELIS JEMAAT GPIB BETHANIA

DATA RESPONDEN
1. SEKTOR PELAYANAN 1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 (lingkari jawaban Anda)
2. JENIS KELAMIN Laki-laki / Perempuan (lingkari jawaban Anda)
3. UMUR ……. tahun
4. PENDIDIKAN TERAKHIR ............

Lingkari jawaban yang Anda pilih

IBADAH JAM 07.00

1. Ibadah Minggu jam 07.00, menurut beberapa jemaat terlalu “mepet” dengan ibadah jam 09.00, dan umumnya ibadah berlangsung lebih dari 1 jam, sehingga jemaat yang telah ibadah jam 07.00 seringkali berpapasan dengan jemaat yang akan mengikuti ibadah jam 09.00. Majelis bertugas tidak sempat mengatur ruangan gereja kembali untuk persiapan ibadah jam 09.00, dan sulitnya perparkiran, menjadi masalah utama.
Menurut Anda, pukul berapakah sebaiknya ibadah pertama dimulai?
a. 06.00 b. 06.30 c. 07.00 (tetap)

IBADAH NATAL DAN TAHUN BARU

2. Dari pengalaman selama ini, pada saat Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari, ibadah jam 07.00 hanya dihadiri oleh “sangat sedikit” jemaat, dibandingkan dengan kehadiran jemaat pada ibadah pkl. 09.00 dan 17.00.
Menurut Anda, apakah ibadah jam 07.00 pada tanggal dimaksud di atas:
a. tidak perlu diadakan b. tetap perlu diadakan

IBADAH MINGGU MALAM JAM 19.00

3. Setiap minggu terakhir pada setiap bulannya diadakan ibadah malam jam 19.00 dengan pengaturan tata ibadah khusus dan menggunakan band sebagai pengiring lagu, serta ibadah jam 17.00 ditiadakan. Setujukah Anda dengan ibadah malam dimaksud? Uraikan dengan singkat dan jelas!
a. setuju b. tidak setuju
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

IBADAH KRT/KPD/KPA/KKK

4. Ibadah KRT dilaksanakan setiap hari Rabu dengan format KKK setiap Rabu ke-1, KRT umum setiap Rabu ke-2 dan ke-5, KPA setiap Rabu ke-3, dan KPD pada Rabu ke-4. Menurut Anda, pukul berapakah sebaiknya ibadah dimulai?
a. 17.00 b. 18.00 (tetap) c. 18.30

5. Apakah Anda setuju dengan pelaksanaan ibadah Kebaktian Persekutuan Doa (KPD) yang dilaksanakan setiap Rabu ke-4? Uraikan dengan singkat dan jelas.
a. setuju b. tidak setuju
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………


6. Kebaktian Kelompok Kecil adalah penjelmaan dari pola pelayanan GPIB yang menetapkan rasio 2:10/15, yaitu 1 Penatua dan 1 Diaken untuk melayani 10 - 15 KK.
Apakah Anda setuju dengan ibadah Kebaktian Kelompok Kecil (KKK) 2:10 yang dilaksanakan setiap Rabu ke-1? Uraikan dengan singkat dan jelas.
a. setuju b. tidak setuju
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

7. Setujukah Anda dengan bentuk pelaksanaan ibadah PA Rabu ke-3? Uraikan dengan singkat dan jelas!
a. setuju b. tidak setuju
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

JAM DOA PAGI

8. Untuk mendukung pelayanan gereja dalam doa, maka setiap Sabtu jam 05.00 di gereja Bethania dilaksanakan Jam Doa Pagi terbuka bagi seluruh warga jemaat. Setujukah Anda kegiatan ini terus dilanjutkan? Uraikan dengan singkat dan jelas!
a. setuju b. tidak setuju
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

PERJAMUAN KUDUS

9. Untuk alasan kesehatan, pelaksanaan ibadah Perjamuan Kudus di gereja dilakukan dengan menggunakan sloki. Setujukah Anda dengan pendapat ini?
a. setuju b. tidak setuju

10. Secara tradisi, GPIB Bethania masih menerapkan Perjamuan Kudus dengan meja salib pada Perjamuan Kudus Jumat Agung, sementara ketiga perjamuan yang lain Jemaat tetap pada posisinya.
Setujukah Anda bila pelaksanaan ibadah Perjamuan Kudus selalu dilaksanakan dengan meja salib?
a. setuju b. tidak setuju
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………


Angket dilaksanakan mulai hari Minggu, 21 Maret 2010. Angket dapat diperoleh di gedung gereja atau pada saat ibadah sektor/BPK, dan diharapkan dapat disampaikan kembali lewat kotak yang disediakan di gereja, melalui Majelis Jemaat setempat, atau di antar langsung ke Kantor Majelis Jemaat setipa hari dan jam kerja.

Terimakasih Atas Partisipasi Jemaat, Kristus memberkati.

Download Angket di:
http://www.4shared.com/file/251297757/2fd701e6/ANGKET_PENDAPAT_JEMAAT_revisi.html

Download Hasil Sementara Angket di:
http://www.4shared.com/document/rxo_zRmY/hasil_sementara_angket_jemaat_.html


APAKAH SIDI ITU?


1. Biasanya pada saat peneguhan sidi, kita berusaha merenungkan tentang apa itu arti Sidi, baik bagi kita yang sudah sidi, ataupun bagi mereka yang belum menganggap pentingnya sidi itu. Para orang tua mendorong anak-anak mereka . untuk mengikuti katekisasi dan merasa puas apabila anak mereka telah sidi. Sebab sidi biasanya dianggap sebagai ukuran keberhasilan orang tua. dalam mendidik anak mereka secara Kristiani. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa dengan sidi, beban orang tua menjadi ringan. Karena anaknya telah dapat "berdiri sendiri" dan dosa mereka tidak lagi "dipikul" ol.eh orang tua. Anggapan demikian tidak seluruhnya benar, karena katekisasi dan sidi itu sendiri tidak menjamin kualitas iman seseorang, apalagi menyelamatkannya. Biasanya katekisasi hanya berlangsung sekitar 6 bulan s/d 1 tahun dengan 1 atau 2 x pertemuan setiap minggu, sebenarnya dengan jumlah pertemuan itu, tidaklah dapat menampung materi yang akan diajarkan Gereja. Belum lagi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para katekisan itu sendiri yang perlu dibahas dalam pertemuan-pertemuan tersebut. Di lain pihak buku pedoman yang tersedia sebagai buku materi pelajaran belum memenuhi persyaratan yang dituntut oleh i1mu pendidikan dalam rangka memperlengkapi seseorang untuk mencapai taraf kedewasaan iman. Belum lagi kemampuan para pengajar katekisasi yang pada umumnya kurang mempersiapkan diri dengan materi penunjang lainnya• yang dapat memperkaya pelajaran katekisasi, dan metode yang cocok dalam mengajar karena kesibukan melayani (biasanya yang mengajar katekisasi adalah pendeta di jemaat tsb). Katekisasi sidi merupakan salah satu pelayanan gereja yang sangat penting. Kegiatan ini pada abad modern ini di tempat dalam rangka pendidikan agama Kristen yang berlangsung bagi seseorang sejak dari kandungan ibu hingga kandungan bumi (mati). Oleh karena itu setiap orang yang mengikuti katekisasi harus mempersiapkan diri dengan baik, demikian juga setiap pengajar harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan, pemahaman yang benar dan keterampilan yang baik, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara bertanggung-jawab sebagai upaya pendidikan warga gereja.

2. Untuk memahami pernyataan di atas, pertama-tama kita perlu mengikuti uraian singkat tentang latar belakang Katekisasi. Orang Israel, melaksanakan pendidikan agama mulai keluarga-keluarga• (bnd Ulangan 6). Kebiasaan ini tidak pernah berubah sekalipun Bait Allah dihancurkan dan umat menderita. Rumah-rumah ibadat (sinagoge) yang didirikan di berbagai pelosok diisi dengan kegiatan-kegiatan pendidikan. Setelah pembuangan ke Babel (abad IV SM), maka kegiatan pendidikan sekitar rumah-rumah ibadat makin ditingkatkan. Angkatan muda dididik secara intensif dalam dua kategori:

a. tingkat dasar yang disebut Beth-Hasepher, yang berarti Rumah Buku. Semua anak yang berumur 6 tahun diwajibkan memasuki Rumah Buku. Di sana mereka belajar bahasa Ibrani, menghafalkan buku-buku Taurat (5 buku Musa, Kejadian - Ulangan), Mazmur dan Raja¬raja. Pada saat anak berumur 9 tahun, anak-anak itu diharapkan sudah mampu membaca (dengan menghafal) seluruh kitab dalam Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani.

b. Tingkat lanjutan yang disebut Beth-Hammidrasy atau Beth-Talmud yang berarti Rumah Midras atau Rumah Talmud. Di rumah pendidikan ini mereka belajar misyna, yaitu penafsiran tentang isi Taurat secara lengkap. Para anak didik mendapat latihan dan keterampilan untuk menghubungkan ajaran Taurat dengan kenyataan hidup setiap hari. Peserta Pendidikan Rumah Midras adalah anak-anak usia 10 - 13 tahun. Selain mendapat pelajaran Agama, juga mempelajari ilmu hitung, ilmu bintang, ilmu bumi dan. ilmu hayat sebagai pelengkap untuk menyoroti penafsiran Taurat. Mereka dapat mengkritik seorang rabbi (guru) bahkan mengecamnya, disamping mempertahankan pendapat-pendapat gurunya sendiri. Lukas 2:46 menyaksikan bahwa Yesus juga mengalami pendidikan seperti ini dan seperti anak Yahudi lainnya pada usia 12 tahun dilantik sebagai warga umat yang dapat kita• samakan dengan peneguhan Sidi kita pada masa kini. Murid Yesus juga mengalami pendidikan seperti ini. Tidak tepat bila kita katakan bahwa mereka adalah orang-orang yang buta huruf. Kisah Para Rasul 14: 13 memberikan kesan bahwa Petrus dan Yohanes adalah orang-orang bodoh. Sebenarnya istilah tidak terpelajar atau orang biasa dalam ayat tersebut menyatakan bahwa Petrus dan Yohanes tidak menempuh Ahli Taurat (pendidikan Tinggi) seperti Rasul Paulus misalnya.

3. Selanjutnya dalam gereja purba (abad I-IV) juga dikenal pendidikan Agama khususnya bagi orang-orang yang baru menganut agama Kristen. Cara dan isi pengajaran mengambil bentuk seperti pendidikan Yahudi. Seorang Kristen baru (calon baptis) yang umumnya telah dewasa harus menghafal Taurat, Doa Bapa Kami, Pengakuan Iman, dan menyelami rahasia Sakramen (Baptisan dan Perjamuan Kudus). Dalam menghafal itu, Taurat dan ucapan-ucapan Tuhan Yesus diulang-ulangi dan diresapi dengan iman, demikian juga dengan ajaran para Rasul. Mula-mula persiapan calon baptisan dilakukan dengan singkat (Kis.2:38; 40:29,30,37; 10:29). Lama-kelamaan pendidikan formal dibentuk dengan nama Katekumenat. Pendidikan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan orang-orang Kristen baru supaya mewujudkan Imannya dalam gereja dan masyarakat. Lama tergantung dari keadaan dan kebutuhan. Ada yang 3 bulan tapi juga dapat menjadi 3 tahun. Selain para peserta didik menerima pelajaran agama dan tafsiran, juga bahasa, filsafat dan juga ilmu sains seperti ilmu ukur, berhitung, dan ilmu hayat. Sesudah itu mereka dibaptis dan diharapkan menjadi orang Kristen yang terampil dan mampu mempertahankan imannya. Dari istilah Katekumat ini muncul sekolah Katekisasi yang kemudian dikembangkan terpisah setelah ilmu pengetahuan semakin berkembang pada abad pertengahan (abad VI - XV). Yohanes Calvin, reformator (abad XVI) mengembangkan pendidikan katekisasi dalam rangka persiapan diri untuk sidi. Calvin menyusun bahan-bahan pelajaran yang dapat diajarkan dalam 55 kali pertemuan sebelum sidi. Jadi lamanya katekisasi ditentukan oleh bahan yang diajarkan. 55 pokok itu dapat dilaksanakan dalam jangka waktu singkat, misalnya minimal 3 bulan dan maksimal 3 tahun. Setelah katekisasi, seseorang dapat diteguhkan sebagai warga jemaat yang karena imannya, dalam menyambut anugerah Allah, mengambil bagian dalam pelayanan Kristus, maka ia ikut serta dalam Perjamuan Kudus. Kata "Sidi" secara historis sulit ditelusuri asal-usulnya. Ada dugaan bahwa kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya sempurna (bnd kata purnama sidi). Ada juga yang mengatakan berasal dari bahasa Melayu "Sidik" (sidik jari) atau "sidi" yang sama dengan penyelidikan, pemeriksaan. Ada lagi yang mengatakan berasal dari bahasa lbrani, "Tsadik" yang berarti bijak. Sehingga konon, orang-orang yang telah sidi berarti mereka yang telah diselidiki pengetahuan dan pemahamannya tentang Firman' Allah dan oleh anugerah Allah memiliki hikmat dan kesempurnaan hidup. Semua warga jemaat patut• menempuh pendidikan untuk bertumbuh dalam iman, sebagaimana Tuhan Yesus sendiri menempuh proses pendidikan itu melalui Rumah Buku dan Rumah Midras lalu Ia "Sidi" pada usia 12 tahun. (Jewede)

Simbol Tahun Gereja GPIB

Simbol-simbol Tahun Gereja

Kalau kita perhatikan setiap ibadah minggu pada minggu-minggu tertentu gambar pada kain mimbar maupun stola yang digunakan presbiter berubah-ubah, ini disebabkan perubahan kalender tahun gereja. Berikut ini info mengenai gambar & warna pada kain mimbar dan stola dalam Ibadah Minggu & Ibadah Khusus GPIB

Pengantar:

GPIB merasa wajib untuk memelihara tradisi Kristiani yg berbentuk simbol-simbol karena mempunyai arti yang khas bagi iman Kristen. Simbol-simbol itu biasanya disesuaikan dengan Tahun Gereja yang diungkapkan melalui warna-warna khusus yang menjelaskan arti tentang berita karya penyelamatan Allah. Disesuaikan dengan Tahun Gereja karena semua peristiwa dan perbuatan penyelamatan Allah, seluruh karya Yesus pada masa lampau dan apa yg dilakukan oleh gereja mula-mula di dalam ibadah mereka, kembali dibentangkan di depan kita masa kini. Warna-warna liturgis itu secara internasional mengandung arti sebagai berikut:

· Putih artinya kebersihan, kesucian, kekudusan, kemeriahan, kedamaian dan kesederhanaan.
· Merah artinya keperwiraan, keberanian, kesatiaan dan kepahlawanan.
· Ungu artinya pertobatan.
· Hijau artinya rasa syukur, terima kasih dan puji-pujian.
· Hitam artinya kematian & kedukaan.

Fungsi gambar dan warna kain minbar & stola dimaksudkan agar apabila warga jemaat memasuki gedung ibadah, maka dengan melihat kain mimbar dengan warna liturgis dan logo yang dipergunakan, dengan segera mereka akan memahami apa makna dan suasana dari ibadah yang diselenggarakan.



EPIFANIA

Sebelum abad ke IV hari Epifania dirayakan sebagai hari kelahiran KRISTUS ke dunia yaitu pada tanggal 6 Januari.
Gereja Otodoks masih mempertahankan tradisi tersebut sedangkan Gereja Katholik merayakannya sebagai hari Tiga Raja (Matius 2:4).
Gereja Protestan merayakannya sebagai hari penampakan kemuliaan YESUS setelah dibaptis di Yordan (Matius 3:17).
Hari Minggu Epifania dirayakan pada hari Minggu terdekat dengan tanggal 6 Januari ditambah dengan 6 minggu sesudah itu *) , yang diliputi dengan rasa syukur dan puji-pujian.
Warna dasar : Hijau
Lambang/Logo : Bintang bersegi lima
Warna Bintang : Putih
Lingkaran : Kuning
Arti : Bintang persegi lima lebih dikenal sebagai bintang Yakub, dalam hal ini menunjuk pada terbitnya bintang dari keturunan Yakub (Bilangan 24:17). Di kemudian hari hal ini dimanifestasikan lewat kelahiran YESUS KRISTUS yang ditandai pula dengan munculnya/terbitnya bintang di Timur (Matius 2:1-2). Bintang ini pula yang menunjuk pada penampakan kemuliaan YESUS KRISTUS bagi umat manusia.

PRAPASKAH

Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah . Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan. Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH
Juruselamat
Arti : Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani “IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH, Juruselamat.


JUMAT AGUNG

Dirayakan untuk memperingati kematian YESUS di salib, di Golgota. Bahwa YESUS rela menumpahkan darah dan mengorbankan tubuhnya untuk menyelamatkan manusia berdosa.
Warna dasar : Hitam
Lambang/Logo : Salib dan mahkota duri
Warna salib : Putih
Mahkota duri : Kuning
Arti : Salib merupakan lambang yang sudah sangat dikenal untuk menunjuk pada penderitaan dan kematian YESUS, bahkan tanda ini lebih sering dipakai untuk menunjuk pada Kekristenan.
Di sini, salib dan mahkota duri yang merupakan tanda lain bagi penderitaan KRISTUS, hendak mengatakan bagaimana kejamnya perlakuan yang telah IA terima sampai pada KematianNYA di kayu salib karena dosa manusia.
Kemuliaan yang disaksikan lewat penderitaan.
Jumat Agung dirayakan pada Jumat pertama setelah Pra-Paskah

PASKAH

Paskah adalah hari raya yang mula-mula dirayakan dan merupakan unsur penting dalam Tahun Gereja.
Dirayakan sebagai Hari Kebangkitan KRISTUS dan yang merupakan titik tolak iman orang percaya (1 Korintius 15:14). Dirayakan dalam kegembiraan dan sukacita.
Warna dasar : Putih
Lambang/Logo : Bunga Lily
Warna bunga Lily : Putih
Arti : Bunga Lily merupakan simbol dari hari Paskah dan kekalan umbi-umbian dari bunga Lily haruslah ditanam dan mati dahulu di dalam tanah, baru kemudian daripadanya akan tumbuh suatu kehidupan baru.
Lewat Paskah orang percaya telah menerima kehidupan baru yang diberikan melalui kematian dan penderitaan KRISTUS (band. Yohanes 12:34), dan kehidupan baru itu sendiri adalah kehidupan yang berkaitan dengan hidup kekal.
Paskah (Minggu I setelah Pra-Paskah) dan Minggu Paskah (II-VII)

KENAIKAN YESUS KE SORGA

KRISTUS diakui sebagai Raja di atas segala raja dan TUHAN atas segala tuan (1 Timotius 6:15).
Pesta ini dirayakan dengan kemeriahan dan kegembiraan.
Warna dasar : Putih
Lambang /Logo : Salib dan mahkota kemuliaan
Warna mahkota : Kuning
Warna salib : Kuning

Arti : Melalui penderitaan dan kematian KRISTUS, mahkota duri yang diletakkan di KepalaNYA, kini diganti dengan mahkota kemuliaan, yang menyatakan kemuliaan yang kini dinampakkam lewat peristiwa Kenaikan. Barang siapa yang percaya kepadaNYA dan setia sampai mati, iapun akan mendapat kehidupan itu. (band. Filipi 2:19-21; Wahyu 2:10).

PENTAKOSTA

Pentakosta artinya hari ke-lima puluh sesudah Paskah. Dirayakan sebagai hari Keturunan Roh Kudus. Sejak abad ke III secara umum dirayakan oleh Gereja. Hari ini juga diperingati sebagai kelahiran Gereja, di mana melalui kuasa Roh Kudus Gereja dilengkapi untuk melaksanakan tugas pengutusannya kepada bangsa-bangsa.
Warna dasar : Merah
Lambang/Logo : Lidah-lidah api dan burung merpati
Warna merpati : Putih Perak
Lidah-lidah api pinggirnya : Kuning
Arti : Di sini, ke tujuh lidah api yang menyimbolkan ke tujuh suluh api yaitu tujuh Roh ALLAH (Wahyu 4:5) membentuk lingkaran yang menghadirkan kekalan, keabadian. Merpati yang menukik dan lidah api menunjuk kepada peristiwa pencurahan ROH KUDUS pada hari Pentakosta (Kisah Rasul 2:2-3).
Hari Pentakosta (hari ke-50 sesudah Paskah, hari Minggu ke 7 sesudah Paskah).

MINGGU TRINITAS

Hari Minggu Trinitas dirayakan satu minggu sesudah hari Pentakosta (Pentakosta I). Ia merupakan hari Minggu penutup cyclus hari-hari raya besar. Di sini pernyataan ALLAH dan kekudusan keesaanNYA menjadi pusat penyembahan Jemaat.
Jadi dirayakan untuk menyaksikan ALLAH yang Esa.
Warna dasar : Putih
Lambang/Logo : Lingkaran segi tiga/triquetra
Warna lambangnya : Merah
Arti : Simbol ini merupakan simbol mula-mula dari ketritunggalan. Tiga buah lekukan yang tidak terputus. Pada pusat dari ketiga lekukan itu terbentuklah sebuah segitiga yang merupakan simbol warisan Tritunggal.
Hari Minggu Trinitas adalah sepekan setelah Hari Minggu Pentakosta.

MINGGU PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang. Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.
Warna dasar : Hijau
Lambang/Logo : Burung merpati dengan ranting-ranting zaitun
diparuhnya, perahu berlayar dan pelangi
Warna pelangi : Merah, kuning hijau; Burung : Putih;
Ranting: Pinggir putih; Salib: Hijau; Ombak: Putih
Perahu:Bergaris putih; Tiang & Layar: Puith (penuh)
Arti : Pada mulanya dalam sejarah Gereja. Perahu merupakan symbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari TUHAN. Hal ini nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji ALLAH tentang pertolonganNYA itu mendapat penekanan yang kuat. Pelangi melambangkan kesetiaan ALLAH atas janjiNYA untuk memelihara bumi, dalam hal ini Gereja. Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari ALLAH (band. Kej. 8:10-11) yang akan terus menyertai sampai ke tempat tujuan. Jadi sekalipun Gereja mengalami berbagai goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji ALLAH tersebut.
Minggu Sesudah Pentakosta adalah sepekan setelah Hari Minggu Trinitas.

ADVENTUS

Adventus merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan. Manusia yang jatuh ke dalam dosa mengharapkan perjanjian ALLAH tentang datangnya YESUS KRISTUS sebagai Juruselamat.
Adventus juga bersifat eschatologis yang menunjuk kepada kedatangan KRISTUS kembali.
Adventus dirayakan 4 minggu berturut-turut sebelum Natal.
Warna dasar : Ungu Muda
Lambang/Logo : Salib jangkar
Warna jangkar : kuning
Arti : Salib jangkar ini dipergunakan oleh orang Kristen mula-mula yang tinggal di Kotakombe-kotakombe. Sebenarnya lambang ini merupakan warisan dari bangsa Mesir kuno, namun di kemudian hari ia menjadi lambang universal yang menunjuk pada penderitaan KRISTUS. Di sini lambang salib jangkar hendak berkata-kata tentang pengharapan yang dimiliki oleh umat percaya di dalam penantian akan kedatangan KRISTUS kembali.
Minggu Adventus I-IV, dirayakan selama 4 minggu sesudah masa Minggu Pentakosta.

NATAL

a. NATAL
Dirayakan pada setiap tanggal 25 dan 26 Desember. Dalam abad ke IV Natal diterima sebagai pesta kedatangan/kelahiran KRISTUS ke dunia. Dalam dunia kekafiran tanggal 25 Desember dirayakan sebagai Dies Natalis Solis Invicti, hari kelahiran terang yang baru (matahari). Dengan menetapkan tanggal itu sebagai kelahiran KRISTUS, Gereja mau menyatakan bahwa Terang yang benar bukanlah dari alam atau dunia dewa, melainkan Terang itu adalah KRISTUS, Juruselamat dunia yang datang dari ALLAH.

Warna dasar : Putih
Lambang/Logo : Palungan dan pelangi
Warna pelangi : Merah, Kuning, Hijau
Palungan : Kuning
Arti : Pelangi merupakan symbol dari kesetiaan dan cinta kasih ALLAH bagi seluruh isi dunia. Setelah peristiwa air bah yang menunjuk pada bumi yang sudah penuh oleh dosa, maka ALLAH menghadirkan pelangi sebagai tanda perjanjianNYA dengan Nuh beserta seluruh keturunannya, lebih dari itu dengan semua manusia dan mahluk hidup lainnya yang telah diciptakanNYA. IA berjanji bahwa IA tidak akan pernah lagi menghancurkan bumi ini (Kejadian 9). Pelangi juga mengingatkan kita tentang kesungguhan ALLAH untuk memenuhi atau menggenapi janji-janjiNYA.
Palungan memberi arti pada perlawatan ALLAH kepada manusia, supaya mereka tidak binasa, dimana ALLAH telah memberikan AnakNYA yang tunggal, yang lahir di Betlehem untuk memberikan hidupNYA bagi manusia supaya mereka tidak binasa (Yohanes 3:16). Pelangi juga mau menyimbolkan tentang pembebasan/penebusan yang sekaligus telah diberikan lewat kelahiran Anak ALLAH tersebut, yang diperuntukkan tidak saja bagi orang-orang pilihan, tetapi terutama lebih menunjuk kepada semua orang dan seluruh ciptaan.
Pelangi dan palungan hendak mengungkapkan suatu tema besar tentang kasih dan kesetiaan ALLAH terhadap dunia ini.

b. MASA NATAL – AKHIR TAHUN – TAHUN BARU.
Akhir tahun dan tahun baru tidak terlepas dari Natal. Dirayakan sebagai hari pemberian Nama YESUS (Lukas 2:21).
Kedatangan KRISTUS adalah untuk memenuhi Hukum Taurat.
Warna dasar, Lambang/logo Sama dengan Masa Raya Natal
Masa Raya Natal adalah Hari Natal 25 Desember; 26 Desember; hari Minggu setelah Natal, Tahun baru dan hari minggu setelah Tahun baru sebelum 6 Januari.